Tahun 2024: tercatat 2,63 juta sambaran petir
Tahun 2025: tercatat 1,15 juta sambaran petir
Daerah dengan sambaran petir terbanyak adalah Kabupaten Sumbawa, dengan jumlah mencapai 1,64 juta kali pada 2024 dan 705.145 kali pada 2025.
Banyak Sambaran Tak Disadari Masyarakat
Sumawan menambahkan, banyak aktivitas petir yang tidak disadari masyarakat, terutama petir awan ke awan, karena tidak selalu tampak atau terdengar secara langsung.
BMKG sendiri memantau aktivitas petir menggunakan peralatan khusus pendeteksi petir yang bekerja setiap kali terbentuk awan kumulonimbus.
“Saat ini kami memiliki empat alat pengamatan petir di NTB, yakni di Stasiun Geofisika Mataram, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Sumbawa, dan Bandara Bima,” ungkapnya.
BMKG Imbau Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan disertai awan tebal dan gelap, karena kondisi tersebut berpotensi besar menimbulkan sambaran petir berbahaya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







