WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang kian nyata di Kalimantan Selatan, Polres Tanah Laut menggelar upacara bendera dalam rangka Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Mapolres Tanah Laut, Senin (19/1/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K.
Momentum upacara kali ini bukan sekadar seremoni bulanan. Kapolres membawa pesan krusial mengenai urgensi mitigasi bencana di tengah ketidakpastian iklim global yang mulai berdampak sistemik pada stabilitas daerah.
Baca Juga Tragedi Berdarah di Pulau Sewangi: Tak Hanya Bunuh Kakek, Pelaku Juga Lukai Anggota Keluarga Sendiri
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ricky Boy Siallagan membacakan amanat tertulis Kapolda Kalimantan Selatan. Pesan tersebut menyoroti fenomena kenaikan intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga angin kencang yang kini menghantui berbagai wilayah di Kalimantan Selatan sebagai dampak perubahan iklim.
Polri memandang bahwa bencana alam bukan hanya urusan kemanusiaan, melainkan isu keamanan yang serius. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan:
“Bencana hidrometeorologi tidak hanya menimbulkan kerugian materiil dan korban jiwa, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), konflik sosial, serta terganggunya aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Oleh karena itu, kehadiran Polri dalam penanggulangan bencana menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas pemeliharaan kamtibmas.”
Menyikapi potensi kerawanan tersebut, seluruh jajaran kepolisian di bawah Polda Kalsel diminta untuk tidak bekerja dalam silo (menyendiri). Kesiapsiagaan harus dibarengi dengan deteksi dini dan sinergi yang kokoh bersama instansi terkait.

