Meski demikian, Yahya menegaskan pihaknya tidak berorientasi pada penambahan titik parkir demi mengejar PAD.
Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas pelayanan parkir kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin menambah titik parkir tepi jalan umum secara berlebihan karena berisiko mengganggu kelancaran lalu lintas. Orientasi kami adalah memaksimalkan potensi yang sudah ada dengan pelayanan yang lebih baik,” katanya.
BACA JUGA: Diduga Mabuk, Mobil Tabrak Median Jalan di Jembatan Dewi
Untuk tahun anggaran berikutnya, Dishub Banjarbaru optimistis target retribusi parkir kembali dapat tercapai, seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan dukungan masyarakat.
Terkait sistem pembayaran, Dishub Banjarbaru terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS dan e-parking, tanpa meniadakan pembayaran tunai.
“Kami fasilitasi semuanya. Mau tunai, QRIS, atau e-parking, silakan. Tidak semua masyarakat melek teknologi, jadi semua opsi kami sediakan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







