Nantinya, kontribusi pemikiran itu akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan termasuk Menteri Pertahanan, sehingga keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara.
Rico mengatakan bahwa pemerintah memastikan bahwa pengisian Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
“Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya,” katanya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







