“Saya bilang ke pemain untuk memberi tekanan lebih pada babak extra time karea saya merasa kami lebih prima dibanding pemain-pemain UEA dan saya mengucapkan terima kasih kepada pemain yang benar-benar melakukan hal itu,” paparnya.
Selain soal kekuatan fisik pemain-pemain Vietnam, pelatih asal Korea Selatan itu juga mengulas sisi taktik sehingga anak asuhnya tidak kebobolan untuk kali ketiga.
“Secara fisik kami lebih unggul. Pada babak kedua, kami memasukkan [bek] Nguyen Phi Hoang dan kami secara spesifik menginstruksikannya untuk menghalau umpan silang dari lawan dan menempel ketat pemain nomor dua mereka [Mubarak Zamah]. Dia menjalankan instruksi dengan sangat baik, itulah mengapa kami bisa mencegah gol dari UEA.”
“Selain itu, pemain full back mereka terlihat kecapekan jadi keputusan kami memainkan pemain-pemain yang punya kecepatan memiliki dampak efektif karena membuat mereka terus bertahan,” jelas Kim Sang Sik.
Pada babak semifinal, Vietnam akan menghadapi pemenang dalam laga antara Uzbekistan dan China. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar






