Wamen PPPA juga mengingatkan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga melalui kolaborasi sebagai langkah strategis untuk mendukung prioritas Presiden, seperti Kementerian Pertanian melalui pembibitan dan pendampingan, serta Koperasi Desa Merah Putih untuk pemasaran.
“Perempuan memegang peranan yang sangat penting. Ketika kita memberikan ruang berdaya dan akses kepada perempuan, mereka bisa menjadi pelaku pembangunan. Petani perempuan juga sangat banyak. Saya yakin perempuan kuat, desa akan kuat, dan negara juga akan menjadi kuat,” pungkas Wamen PPPA.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia” sebagai refleksi pentingnya peran desa dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat desa saat Hari Desa Nasional 2026.
“Desa memiliki peran sentral dan strategis dalam menopang ketahanan ekonomi nasional. Desa selama ini telah menjadi penyedia bahan pangan, tenaga kerja, dan bahan baku industri lokal yang menopang kebutuhan masyarakat perkotaan dan pembangunan nasional,” ujar Mendes PDT.
Dalam kesempatan tersebut, Mendes PDT memimpin “Deklarasi Boyolali”. Deklarasi dibacakan bersama para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir dengan menekankan tiga poin utama. Pertama, komitmen melaksanakan program prioritas Presiden dalam rangka mewujudkan Asta Cita ke-6 ‘Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan’. Kedua, penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), dan berbagai program prioritas lainnya. Ketiga, penegasan posisi masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







