“Bapak dan Ibu harus profesional. Ada hal-hal yang tidak perlu kita ikut, seperti kegiatan politik. Tidak ada manfaatnya. Lebih baik fokus pada anak-anak kita, karena merekalah yang akan memimpin di masa depan,” imbuhnya.
Bupati juga menyinggung soal tantangan pendidikan di era digital. Ia mendorong para guru untuk melakukan inovasi dan improvisasi agar tidak hanya sekadar mengajar secara normatif.
Rahmat Trianto ingin agar sekolah-sekolah di Tanah Laut, memiliki ciri khas dalam pembentukan karakter dan etika.
Ia menekankan agar kurikulum nasional disesuaikan dengan kearifan lokal, terutama dengan menyisipkan nilai-nilai agama dan budi pekerti guna membentengi siswa dari dampak negatif media sosial.
“Jangan hanya menerima mentah-mentah kurikulum nasional karena sifatnya umum. Di Tanah Laut, kita harus paksakan masuknya pendidikan akhlak dan budaya agar anak-anak kita punya identitas yang kuat,” jelasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







