WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Momen peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi kenangan emosional bagi banyak orang tua siswa. Salah satunya dirasakan Nurhaili, ibu dari Rayda Abdillah atau Abdi, siswa SRT 9 Banjarbaru yang dipercaya mendampingi Presiden saat meninjau fasilitas sekolah.

Nurhaili mengaku tak pernah membayangkan putranya bisa berada begitu dekat dengan orang nomor satu di Indonesia.

“Alhamdulillah, senang sekali. Anak ulun tadi dekat benar lawan Pak Presiden. Kadada pernah disangka-sangka,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kebanggaan itu semakin terasa karena Nurhaili melihat perubahan besar pada diri Abdi sejak bersekolah di SRT 9 Banjarbaru. Selama sekitar enam bulan menempuh pendidikan di sana, Abdi dinilai mengalami perkembangan yang sangat positif.

“Jauh bedanya dengan sekolah dulu. Di sini banyak kegiatan, jadi anak ulun berubah lebih baik,” tuturnya.

Menurut Nurhaili, sistem pendidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa. Hal inilah yang membuatnya semakin yakin telah memilih tempat pendidikan yang tepat untuk masa depan anaknya.

Meski harus berpisah karena sistem asrama, Nurhaili mengaku tetap mendukung penuh pendidikan Abdi.

“Rindu pasti ada, tapi ulun datang menjenguk setiap minggu, biasanya Minggu sore,” katanya.

Nurhaili juga mengungkapkan bahwa Abdi memiliki cita-cita besar untuk menjadi taruna di masa depan. Ia berharap pendidikan di SRT menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan impian tersebut.

“Inggih, katanya mau jadi taruna. Mudah-mudahan tercapai cita-citanya,” ucapnya penuh harap.

Momen sederhana ini menjadi bukti bahwa kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi bukan hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga sederhana untuk meraih masa depan yang lebih cerah.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur_muhammad