WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Berdasarkan hasil pemetaan geospasial, ditemukan sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur Sungai Gampa yang berpotensi memperparah genangan saat debit air meningkat.
Hal itu disampaikan oleh Walikota Banjarmasin, HM Yamin HR saat meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Jumat (9/1/2026) malam lalu.
Kondisi tersebut, sambungnya, menjadi salah satu penyebab banjir yang berulang di kawasan tersebut.
“Dari peta geospasial terlihat ada beberapa titik menuju Sungai Alalak yang mengalami penyempitan dan kemungkinan pendangkalan. Jadi ini ke depan akan menjadi prioritas penanganan melalui pembukaan dan normalisasi sungai,” tegasnya Yamin, dikutip dari Instagram Pemerintah Kota Banjarmasin, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, normalisasi Sungai Gampa hingga terhubung ke Sungai Alalak, diharapkan mampu meningkatkan daya tampung air, memperlancar aliran sungai dan mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak pada permukiman warga dan fasilitas umum termasuk sekolah.
Dalam dialog bersama warga dan pihak sekolah, muncul aspirasi usulan peninggian bangunan sekolah turut disampaikan, namun menegaskan bahwa persoalan banjir harus diselesaikan secara menyeluruh.
“Tetapi Kalau hanya bangunannya yang ditinggikan, sementara sungainya tidak dibenahi, maka masalah banjir tidak akan selesai,” ujarnya.
Yamin mengharapkan, dengan pembukaan dan pendalaman sungai, ke depan sekolah-sekolah tidak lagi tergenang.
Ia juga mengingatkan, masyarakat agar memperhatikan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air, karena hal tersebut berdampak langsung pada genangan dan banjir.







