Ketua Komisi III DPRD Tanbu, Andi Asdar, menyebut pengawasan kali ini merupakan tindak lanjut dari agenda serupa pada Januari 2025. Pola pengawasan berkelanjutan, kata dia, penting untuk membangun kemitraan konstruktif antara DPRD, eksekutif, dan kontraktor pelaksana.
Dari sisi teknis, Project Manager PT PP, Yusuf Luqman, memaparkan tahapan pekerjaan serta dokumentasi progres. Salah satu tantangan utama berada pada kondisi batuan keras di dasar laut yang membuat pengerjaan pondasi memerlukan waktu lebih panjang.
Sementara itu, Dinas PUPR menyebut target penyelesaian nasional untuk Jembatan Kotabaru–Tanah Bumbu diproyeksikan pada 2028.
Melalui sudut pandang pengawasan kebijakan, DPRD Tanbu menegaskan bahwa setiap tahap proyek perlu dicatat sebagai proses pembelajaran pembangunan sesuai keputusan anggaran, tantangan geologi, serta kesiapan desain dapat berpadu untuk menghadirkan infrastruktur yang aman, adaptif, dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir Kalimantan Selatan. (Wartabanjar.com/Haidar)
Editor Restu







