WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan kembali melepas Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat penanganan krisis kesehatan akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.
“Kami kembali melepaskan tenaga cadangan kesehatan melanjutkan teman-teman yang sebelumnya sudah bertugas di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Mudah-mudahan batch 1, batch 2 sampai ke-5 Insyaallah akan berjumlah mencapai sekitar 2.000 Tenaga Cadangan Kesehatan. Untuk batch ke-2 ini hampir 400, berarti hampir sama dengan batch yang pertama,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah saat melepas Relawan TCK, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (5/1).
Relawan TCK Batch II ini merupakan kelanjutan dari penugasan relawan Batch I. Pada Batch II, ada sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang.
Para relawan ini akan bertugas pada periode 5–18 Januari 2026 dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan serta penguatan sistem kesehatan di daerah terdampak.
“Mudah-mudahan kedatangan tenaga relawan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Prof. Asnawi.
Lebih lanjut Asnawi Abdullah, mengatakan bahwa penugasan TCK Batch II dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Untuk penugasan TCK Batch berikutnya akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Asnawi berharap kehadiran para relawan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan serta membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara, yang hingga kini masih membutuhkan dukungan tenaga kesehatan secara signifikan.
