Gubernur H. Muhidin Terus Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Berbagai Wilayah

‎Banjir di kawasan Pesayangan terjadi sejak Sabtu (27/12/2025).

Ketinggian air yang terus meningkat sejak pagi hari menyebabkan sejumlah warga terpaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.

‎Seorang warga terdampak, Zainuddin, mengatakan air mulai naik sejak Sabtu pagi dan tidak surut hingga beberapa hari berikutnya.

Ia menjelaskan, kondisi banjir tahun ini lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya.

Ia menyebut banjir ini kiriman dari kabupaten tetangga.

“Air terus bertahan sampai malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, pada Senin malam bantuan logistik telah disalurkan kepada sekitar 300 kepala keluarga terdampak, berupa nasi dan lauk pauk yang dibagikan secara merata kepada seluruh warga.

‎Akibat banjir ini, Zainuddin terpaksa mengungsi dan bermalam di luar rumah yang masih terendam air.

Ia mengaku bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Biro Adpim Setdaprov Kalsel, sangat membantu karena persediaan logistik warga mulai menipis.

‎“Alhamdulillah hari ini kami mendapat bantuan dari Bapak Gubernur. Ini sangat membantu kebutuhan kami beberapa hari ke depan,” tuturnya.

‎Fatmah Noor Makiyah (61), warga Pesayangan, Martapura juga mengisahkan bahwa banjir sempat merendam rumahnya hingga cukup tinggi.

Saat ini, kondisi air mulai surut sehingga ia sudah dapat kembali beraktivitas di rumah, bahkan kediamannya kini menjadi tempat singgah bagi keluarga lain yang terdampak banjir.

‎“Kami senang atas kedatangan buhan pian. Kehadiran ini sangat membantu dan meringankan beban warga sekitar. Terima kasih, Bapak Gubernur,” tandasnya.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air banjir mencapai setinggi lutut orang dewasa, namun demikian kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut sekitar 20 sentimeter.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah lanjutan sesuai kebutuhan warga terdampak. (mr/Adpim)

Editor: Yayu