WARTABANJAR.COM, SIKKA – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa sekolah dasar kelas V berinisial MGH (12) ditemukan meninggal dunia di pekarangan rumahnya di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kamis pagi.
Korban pertama kali ditemukan oleh neneknya, MAW (59), sepulang dari gereja. Saat tiba di rumah, MAW tidak mendapati cucunya berada di dalam rumah. Ia sempat memanggil korban, namun tidak mendapat respons.
Karena khawatir, MAW kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah hingga ke bagian belakang. Di lokasi tersebut, ia mendapati korban dalam kondisi tergantung di sebuah pohon jeruk yang berada di area belakang rumah.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menemukan korban, MAW segera berlari ke jalan depan rumah untuk meminta bantuan warga sekitar.
“Saksi kemudian memanggil tetangga dan setelah dicek bersama, korban sudah tidak bernapas,” ujar Leonardus.
Mendapat laporan dari pihak keluarga, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas mencatat identitas korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan awal terkait peristiwa tersebut.
Pemeriksaan medis dilakukan oleh dokter dari UPTD Puskesmas Nita. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambah Leonardus.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak-anak serta meningkatkan pengawasan dan komunikasi di lingkungan keluarga.(wartabanjar.com/nur_muhammad)

