Meski demikian, klaim peningkatan kepercayaan publik tersebut justru memicu beragam reaksi di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan validitas survei dan menyuarakan keraguan mereka secara terbuka.
Beberapa komentar bernada sinis hingga sarkas pun bermunculan, seperti:
“Masa sih?”
“Preeett.”
“Warga yang mana?”
“Skip dulu pak, muak saya.”
“Dimana pak?”
“Tahun kapan ini?”
“Yang survei siapa, kok bisa?”
“PD banget sih, masyarakat mana tuh?”
“Warga perindapan.”
“Tertawa banar aku.”
Namun, tak sedikit pula warganet yang menyatakan dukungan dan kepercayaan terhadap Polri, meski jumlahnya tidak sebanyak komentar bernada skeptis.
Situasi ini menunjukkan bahwa meski data survei mencatat tren positif, persepsi publik di ruang digital masih terbelah. Polri pun ditantang untuk terus membuktikan kinerja nyata di lapangan guna memperkuat kepercayaan masyarakat secara menyeluruh.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







