Hari Ibu 2025: Kemen PPPA Gelar Musyawarah Ibu Bangsa, Ini Hasil Manifestonya

Sementara itu, dari sisi perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta proyeksi sektor masa depan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyampaikan bahwa kesenjangan partisipasi perempuan, termasuk stereotip gender dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, penguatan peran perempuan di sektor-sektor tersebut perlu menjadi perhatian serius untuk memastikan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, mengatakan bahwa perjuangan perempuan akan memasuki momentum penting, yakni peringatan 100 tahun Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta pada 1928. Oleh karena itu, sebagai wujud nyata komitmen mewujudkan Indonesia yang berkeadilan dan setara, perempuan diharapkan terus memiliki keberanian untuk bersuara serta konsisten memperjuangkan keadilan sesuai dengan tantangan zaman saat ini. Untuk melanjutkan semangat perjuangan tersebut, Yogyakarta siap kembali menjadi tuan rumah Kongres Perempuan sebagai pusat konsolidasi gerakan perempuan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari menambahkan, bahwa prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sejatinya telah mengakar dalam ideologi Pancasila. Nilai kesetaraan tercermin, antara lain, dalam sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, di mana kesetaraan tidak hanya dimaknai dalam konteks ras maupun suku, tetapi juga mencakup gender.

Baca Juga :   KUHP Baru Berlaku 2026, Pemerintah Tegaskan Kritik Tak Termasuk Penghinaan

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca