WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanah Laut mengambil langkah strategis dengan mempertemukan pengelola program gizi dan penyedia pangan lokal dalam forum Business Matching.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berbenturan dengan ketersediaan stok pangan di pasar masyarakat, Rabu (24/12/2025).
Agenda yang berlangsung di Aula Sarantang Seruntung ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi kondisi ekonomi daerah pada awal Desember.
Pemerintah daerah berupaya menyusun peta distribusi pangan yang lebih efisien agar lonjakan permintaan bahan baku untuk sekolah-sekolah tidak memicu kenaikan harga yang tidak terkendali.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi, S.STP, menekankan bahwa manajemen ketersediaan pangan adalah kunci utama dalam meredam laju inflasi, terutama pada sektor pokok.
“Business matching difokuskan pada aspek ketersediaan pangan guna menekan inflasi, khususnya komoditas beras yang menjadi penyumbang inflasi Oktober 2025 sebesar 1,27 persen.
Upaya yang dilakukan diarahkan pada pemanfaatan bahan pangan lokal tanpa mengganggu operasional dapur MBG,” ujar Masturi.







