WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut tancap gas memperkuat pengendalian inflasi daerah. Lewat kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Tala menyatukan langkah lintas sektor demi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Agenda strategis ini digelar di Algoritma Resto, Pelaihari, Rabu (17/12/2025), dan menjadi momentum penting mempererat rantai komunikasi antar-perangkat daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi yang kian fluktuatif.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, Masturi, S.STP, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Kunci utamanya ada pada sinergi dan kolaborasi nyata antar-OPD.
“Pengendalian inflasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua perangkat daerah punya peran strategis yang saling terhubung dan harus bergerak dalam satu irama,” tegas Masturi saat membuka kegiatan.
Fokus Cegah Tumpang Tindih Kebijakan
Dalam forum tersebut, TPID Tanah Laut menitikberatkan pada pemetaan peran masing-masing perangkat daerah agar kebijakan yang diambil tidak saling tumpang tindih, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pokok di pasar.
Masturi menekankan pentingnya penyusunan Rencana Aksi Kerja (RAK) yang terintegrasi dan saling terkoneksi, sehingga setiap program pengendalian inflasi memiliki arah yang jelas dan saling menguatkan.
“Kita perlu RAK yang terstruktur dan terhubung satu sama lain. Dengan begitu, langkah pengendalian inflasi bisa lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.

