WARTABANJAR.COM, BARABAI – Genap 300 hari memimpin Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Bupati Samsul Rizal bersama Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi menorehkan sejumlah capaian pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sejak dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, duet kepemimpinan ini menjalankan roda pemerintahan dengan berlandaskan visi “Terwujudnya Hulu Sungai Tengah yang Religius, Sejahtera, Bermartabat, Rahmatan lil’Alamin”. Visi tersebut diwujudkan melalui empat misi pembangunan yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa sejak awal dilantik, visi dan misi pembangunan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Empat misi pembangunan itu bukan hanya berjalan, tetapi menyala dan menerangi ruang-ruang kehidupan masyarakat Hulu Sungai Tengah,” ujar Bupati, Rabu (17/12/2025).
Misi pertama diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kabupaten HST mendorong perubahan sosial masyarakat agar semakin adaptif, berdaya saing, religius, dan berbudaya.
Di sektor pendidikan, Pemkab HST memperkenalkan kurikulum adab dan sopan santun sebagai upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan etika.
Selain itu, program beasiswa bagi pelajar berprestasi dan masyarakat kurang mampu terus digulirkan sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Pemkab HST juga memberikan dukungan hibah dan operasional untuk pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Lambung Mangkurat yang akan segera berdiri di Hulu Sungai Tengah.
Pada misi kedua, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi fokus utama. Pertumbuhan ekonomi daerah diarahkan agar merata hingga ke pelosok desa.
Upaya ini tercermin dari penguatan UMKM, pemberdayaan ekonomi desa, peningkatan sektor pertanian, serta penghubungan petani dengan pasar.
Berbagai langkah tersebut berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, seiring semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Pemerintah daerah juga mendorong digitalisasi UMKM agar pelaku usaha kecil mampu bersaing di era ekonomi modern.
Misi ketiga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu program unggulan adalah Program 1.000 Bedah Rumah per Tahun, yang bertujuan menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.







