WARTABANJAR.COM, BARABAI– Kedisiplinan tenaga kesehatan dan kualitas layanan Puskesmas kembali menjadi sorotan Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST).

Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan di tingkat pertama benar-benar sesuai harapan masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, menyampaikan bahwa keluhan masyarakat terkait jam pelayanan yang tidak sesuai jadwal, komunikasi yang kurang optimal, hingga kedisiplinan pegawai masih menjadi persoalan yang harus segera dibereskan.

“Kedisiplinan adalah fondasi layanan kesehatan yang profesional. Komitmen waktu adalah wujud kepercayaan publik yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya, Jumat (12/12/2025).

Yajid meminta Dinas Kesehatan menerapkan mekanisme sanksi berjenjang, mulai teguran, penundaan TPP, hingga sanksi lebih tegas bagi pelanggaran berulang.

Menurutnya, banyak tenaga kesehatan yang sudah bekerja baik, namun sebagian lainnya masih perlu pembinaan serius.

Selain itu, ia menyoroti minimnya penggunaan absensi sidik jari (fingerprint) sebagai alat kontrol kehadiran.

Dari 19 Puskesmas, hanya dua yang menerapkannya.

“Pengawasan yang objektif perlu didukung sistem yang jelas. Fingerprint penting untuk memastikan kedisiplinan berjalan konsisten,” ujarnya.

Komisi I juga menekankan pentingnya komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien.

Penjelasan yang terlalu singkat atau terburu-buru dinilai menjadi pemicu banyak keluhan masyarakat, terutama ketika pasien tidak memahami kondisi atau tindakan medis yang diterima.

Menurut Yajid, sentuhan langsung dan penjelasan yang jelas sangat diperlukan, mengingat tidak semua masyarakat memahami proses layanan kesehatan secara menyeluruh.

Saat ini seluruh Puskesmas di HST berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), namun tingkat kemandiriannya berbeda-beda.

Ada yang sudah mandiri, sebagian berada di kategori menengah, dan beberapa lainnya masih memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah.

Yajid menegaskan bahwa peningkatan disiplin, profesionalitas, dan mutu layanan harus menjadi prioritas utama agar Puskesmas semakin dipercaya masyarakat.

“Pelayanan yang baik dimulai dari kedisiplinan dan komunikasi yang benar. Itu kunci agar fasilitas kesehatan tingkat pertama bisa memberikan layanan yang aman, nyaman, dan berstandar baik,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)

Editor: Yayu