Hal ini dilakukan melalui tiga komponen utama yaitu membangun komitmen bersama seluruh warga sekolah, fasilitas pendukung pengelolaan lingkungan dan kebijakan sekolah dalam mengelola lingkungan
Sementara itu, proses teknis panjang menuju tingkat nasional diungkapkan oleh Petugas Teknis sekaligus Pembina Sekolah Adiwiyata DPRKPLH Tanah Laut, Muhammad Jailani. Ia menjelaskan bahwa status Adiwiyata tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus melalui tahapan seleksi yang ketat dan berjenjang setiap tahunnya.
“Prosesnya itu bertahap, tidak bisa langsung nasional. Sekolah harus lolos tingkat Kabupaten (memegang SK 1 tahun), tahun berikutnya baru bisa ke tingkat Provinsi, dan setelah satu tahun di tingkat Provinsi baru bisa diusulkan ke Nasional,” ungkap Jailani.
​Jailani juga menceritakan perjuangan UPTD SDN 2 Bumi Jaya yang sempat gagal di tahun sebelumnya.
“Sebelumnya pada tahun lalu telah kami usulkan dua sekolah sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional yaitu SDN 2 Bumi Jaya dan SDN 1 Angsau. Namun hanya UPTD SDN 1 Angsau yang berhasil meraih Adiwiyata Nasional pada tahun 2024. Namun UPTD SDN 2 Bumi Jaya tetap semangat untuk berbenah dengan terus melengkapi kriteria dan menerapkan pelaksanaan gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Hingga pada tahun ini kami ajukan kembali sebagai calon Sekolah Adiwiyata Nasional. Berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi pusat, UPTD SDN 2 Bumi Jaya berhasil memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2025,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan mengubah persepsi dan perilaku seluruh warga sekolah, bukan hanya guru pengajar.
Berdasarkan data DPRKPLH, gerakan Adiwiyata di Tanah Laut telah dimulai secara masif sejak tahun 2010. Hingga tahun 2025, tercatat total 42 sekolah di Kabupaten Tanah Laut telah menyandang status Adiwiyata, mencakup berbagai tingkatan, dari Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Mandiri.
Penganugerahan ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh sekolah di Tanah Laut untuk terus menjaga konsistensi dalam pelestarian lingkungan sekolah, demi membangun generasi yang peduli lingkungan secara berkelanjutan. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







