“Fasilitas ini dirancang untuk membantu UMKM dan petani agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh lebih cepat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong meminta agar Kredit Tabalong Smart bunga 0 persen diperluas jangkauannya. Jika sebelumnya plafon kredit bagi UMKM berada di rentang 0–3 juta dan petani hingga 10 juta, pada 2026 plafonnya diharapkan naik agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.
Tak hanya itu, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Tabalong sebagai pemilik saham 97 persen juga akan menambah penyertaan modal sebesar Rp18 miliar untuk memperkuat permodalan BPR Tabalong Bersinar.
Dengan meningkatnya PAD serta perluasan program kredit yang inklusif, Pemkab Tabalong optimistis BPR Tabalong Bersinar akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad







