WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Kinerja cemerlang kembali ditorehkan PT BPR Tabalong Bersinar yang sukses menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 sebesar Rp2,1 miliar. Angka ini melesat jauh dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,5 miliar—atau naik sekitar Rp600 juta.

Lompatan kontribusi tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan masyarakat Tabalong serta efektivitas berbagai layanan keuangan yang dijalankan BPR sepanjang tahun.

Direktur Utama BPR Tabalong Bersinar, Gazali Rahman, mengungkapkan bahwa program Pinjaman Bunga 0 Persen menjadi motor utama peningkatan PAD. Program ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 700 nasabah, menjadikannya produk paling diminati sejak pertama kali diluncurkan.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Dari total plafon yang disiapkan, lebih dari 90 persen sudah terserap,” ujar Gazali saat ditemui di KCM Tabalong, Kamis (11/12).

Ke depannya, Gazali berharap pemanfaatan Kredit Tabalong Smart semakin meluas, baik untuk pelaku UMKM maupun petani. Dalam skema terbaru yang diusulkan, UMKM dapat mengakses pinjaman hingga Rp30 juta, sementara petani bisa memperoleh hingga Rp50 juta, semuanya tanpa biaya administrasi maupun asuransi.

“Fasilitas ini dirancang untuk membantu UMKM dan petani agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh lebih cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Tabalong meminta agar Kredit Tabalong Smart bunga 0 persen diperluas jangkauannya. Jika sebelumnya plafon kredit bagi UMKM berada di rentang 0–3 juta dan petani hingga 10 juta, pada 2026 plafonnya diharapkan naik agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.

Tak hanya itu, pada 2026 Pemerintah Kabupaten Tabalong sebagai pemilik saham 97 persen juga akan menambah penyertaan modal sebesar Rp18 miliar untuk memperkuat permodalan BPR Tabalong Bersinar.

Dengan meningkatnya PAD serta perluasan program kredit yang inklusif, Pemkab Tabalong optimistis BPR Tabalong Bersinar akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(wartabanjar.com/Suhardi)

editor: nur_muhammad