Sementara itu Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani mengatakan bahwa Bumi Sarabakawa memiliki keanekaragaman anggrek yang mencapai hampir 700 spesies.
“Ini menjadikan Tabalong sebagai salah satu pusat keragaman anggrek terpenting di Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan anggrek daerah.
“Festival ini bukan hanya ajang kontes anggrek, tapi juga sarana konservasi, edukasi, dan kampanye pelestarian,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, dia berharap dapat membangun kesadaran bahwa anggrek bukan hanya tanaman hias, tetapi juga penting bagi ekosistem hutan Tabalong.
“Semoga melalui kontes ini menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam konservasi, serta penegakan, serta pengembangan anggrek lokal,” pungkas Bupati. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







