WARTABANJAR.COM, SIBOLGA – Belum reda luka akibat banjir besar, warga Sumatera Utara kembali dibuat terkejut oleh munculnya video pertama yang memperlihatkan seorang penebang kayu seolah mengejek saat berhasil melintas membawa muatan kayu gelondongan berukuran raksasa.

Dalam rekaman itu, sebuah truk besar tampak mengangkut log kayu berdiameter sangat besar di Jalan Parapat, tepat di depan SPBU, Sabtu (28/11/2025). Kayu-kayu tersebut disebut berasal dari kawasan hutan Sibolga–Tapteng, wilayah yang baru saja diguncang bencana banjir dan longsor.

Momen ini memicu gelombang keprihatinan publik. Warga menilai ironi yang terjadi sangat menyayat hati—di saat masyarakat masih sibuk membersihkan sisa lumpur dan puing bencana, ada pihak yang diduga memanfaatkan situasi untuk mengangkut kayu bernilai tinggi dari kawasan hutan yang rusak.

Reaksi netizen pun membludak, mulai dari kecaman, sindiran, hingga ajakan bertindak:

“Kita butuh sosok Kim Jong Un.”

“Oh ini yang katanya tumbang alami? Rapi ya patahannya.”

“Ayo jangan diam. Kita bikin ormas sendiri buat bela rakyat bisa nggak sih?”

“Tanya perusahaannya apa. Biar netizen silaturahmi.”

“Menhut bilang kayu hanyut itu kayu lapuk. Tunjukkan video ini, kita tunggu pendapatnya.”

“Orang luar aja memperingatkan, apalagi rakyat sendiri.”

“Kayu sebesar itu usianya ratusan tahun, tega banget.”

“Sekarang waktunya rakyat bertindak.”

“Ini yang disebut kayu tumbang sendiri yang kebawa banjir itu?”

“Gua punya legalitas ormas ‘Remaja Cinta Bumi’, ayo kita hidupin lagi.”

“Pekerjanya bangga banget ya. Dikata-katain se-Indonesia juga nggak berkah itu.”

“Bang @dimposmanalu sudah sampai sini videonya.”

“Gimana Pak @prabowo @gerindra? Deforestasi is real.”

“@kemenhut, gawe woy! Sampai kapan pura-pura nggak lihat?”

Aksi pengangkutan kayu raksasa di tengah duka bencana ini kembali menyoroti masalah klasik: deforestasi, pembalakan liar, dan lemahnya pengawasan hutan. Warga berharap pemerintah turun tangan sebelum hutan Sumatera Utara kehilangan sisa penyangga ekologisnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur muhammad