WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Iran mengancam akan memboikot undian (drawing) Piala Dunia 2026 yang digelar di Washington pada 5 Desember setelah sejumlah staf federasi mereka ditolak visa masuk AS. Kejadian ini memicu kekhawatiran tentang keterlibatan delegasi Iran pada acara pra-turnamen yang bersifat protokoler dan diplomatik.
Penolakan visa itu terkait kebijakan larangan masuk yang diberlakukan Pemerintah AS sejak Juni 2025 bagi 12 negara, termasuk Iran dan Haiti, dengan alasan keamanan nasional. Meski AS berjanji memberi kelonggaran bagi peserta turnamen, problem teknis masih muncul untuk beberapa nama dari federasi Iran.
Sumber Iran melaporkan bahwa Presiden Asosiasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, termasuk salah satu yang disetujui visanya ditolak, sementara beberapa staf lain dan pelatih mendapat izin masuk. FFIRI sudah mengangkat masalah ini kepada Presiden FIFA Gianni Infantino dan meminta kepastian agar delegasi timnas tidak dirugikan.
FIFA menyiapkan mekanisme bernama FIFA Pass untuk memfasilitasi akses prioritas bagi pemegang tiket dan delegasi, tetapi skema itu tidak menjamin 100 persen keberhasilan aplikasi visa. Pembicaraan antara FIFA, pemerintah AS, dan perwakilan terkait dilaporkan berlangsung intens untuk mencari solusi administratif sebelum tanggal drawing.







