WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Perangkat pemantau kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) milik Pemerintah Kota Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat hilang digondol maling.
Perangkat pemantau polusi udara yang sangat penting ini raib sejak lima bulan lalu, diduga kuat dicuri, dan hingga kini belum tergantikan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, membenarkan bahwa hilangnya alat tersebut berdampak besar terhadap sistem pemantauan kualitas udara Banjarmasin.
Pasalnya, AQMS menyediakan data real-time yang menjadi acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan pengendalian pencemaran.
“Kehilangan ini sangat mengganggu karena kita kehilangan satu titik data yang strategis. Untuk sementara, pemantauan hanya mengandalkan alat di Jalan Kayu Tangi,” ujar Alive, Jumat (28/11/2025).
AQMS yang hilang tersebut merupakan aset Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dipinjamkan kepada DLH Banjarmasin.
Atas dasar itu, DLH memilih langsung melapor ke kementerian ketimbang ke pihak kepolisian, dengan harapan alat dapat segera diganti.
“Sudah kita laporkan ke Kementerian LH, dan kami juga meminta agar alat yang hilang itu segera diganti,” jelasnya.
Meski dicuri, DLH memastikan bahwa apabila AQMS baru datang, perangkat tersebut akan dipasang kembali di lokasi semula, yakni Jalan Lambung Mangkurat.
Lokasi itu dinilai paling tepat berdasarkan pemetaan sebelumnya serta kebutuhan pemantauan lalu lintas dan aktivitas kota yang padat.
“Tetap dikembalikan ke sana. Lokasinya memang sangat strategis, sesuai kajian awal,” tegas Alive.
