Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak menuntut guru bekerja lebih berat, melainkan lebih fokus dan berdampak.
“Kami tidak meminta Anda bekerja lebih keras. Kami meminta Anda bekerja lebih cerdas, tepat sasaran, dan bermakna,” ujarnya.
Pemprov Kalsel, lanjutnya, berkomitmen menghapus hambatan struktural yang menghalangi kinerja guru, sekaligus memudahkan seluruh proses penyelenggaraan pendidikan.
Sebelum mengakhiri sambutan, Gubernur menyampaikan penghargaan untuk seluruh pendidik di Banua:
“Guru hebat adalah pondasi masa depan bangsa. Selamat Hari Guru Nasional 2025.”
Penguatan PAUD Jadi Prioritas: Pondasi Generasi Kalsel
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hj. Galuh Tantri Narindra, menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pijakan awal kualitas sumber daya manusia.
“PAUD adalah fase emas yang menentukan masa depan generasi kita,” ujarnya.
Ia menyebutkan beberapa catatan krusial pendidikan di Kalsel:
60% angkatan kerja berpendidikan di bawah SMP
39,9% lulusan SD masih mendominasi
Serapan lulusan SMK hanya 8,02%, tertinggal dari SMA 22,2%
Menurutnya, pendidikan vokasi harus semakin relevan dengan dunia industri agar mampu bersaing.
Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, turut mengapresiasi peran guru-guru di Kalsel yang tetap menjadi garda terdepan meski serba terbatas.
“Guru-guru di Kalimantan Selatan menunjukkan dedikasi luar biasa. Pemerintah pusat mengapresiasi sepenuhnya,” ungkapnya.
Ia juga memuji langkah Pemprov Kalsel yang memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi guru, serta memperluas pemerataan pendidikan.

