WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga menjelang tahun 2026. Melalui High Level Meeting dan Capacity Building TPID Tahun 2025, Pemkab HST mematangkan strategi pengendalian inflasi di Aeris Hotel, Banjarbaru, Rabu (26/11/2025).
Pertemuan bertema “Pengendalian Upaya Konkret dan Penggunaan Dana BTT serta Tertib Pencatatan Pelaporan Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten HST Tahun 2025” ini diikuti perangkat daerah, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Perekonomian, serta Bank Indonesia Kalsel. Para teknisi pengelola data inflasi dan OPD stabilisasi harga juga hadir untuk membahas langkah-langkah konkret.
Bupati HST Tegaskan Peran TPID
Bupati Samsul Rizal memimpin diskusi strategi pengendalian inflasi dan menekankan bahwa TPID harus menjadi garda terdepan menjaga harga tetap stabil dan terjangkau masyarakat.
“Inflasi adalah indikator penting yang mencerminkan kesehatan ekonomi. Karena itu, peran TPID sangat krusial agar harga tetap stabil dan terjangkau masyarakat,” tegas Samsul Rizal.
Strategi 4K Pengendalian Inflasi HST
Pemkab HST menyusun rencana aksi TPID 2026 berbasis prinsip 4K:
Keterjangkauan harga: Pasar murah TPID, operasi pasar, bantuan sosial dan BLT inflasi, subsidi ongkos angkut dan margin distribusi.







