Bukan Tak Dapat Bansos, ini Kata Pemdes Banua Budi Soal Kasus Pembacokan Aparat Desa

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Desa Banua Budi akhirnya angkat bicara terkait isu bantuan sosial (bansos) berupa pangan yang disebut-sebut memicu aksi pembacokan terhadap seorang aparat desa pada Rabu (26/11/2025).

Pambakal Banua Budi, Sahruji, menegaskan bahwa pelaku penganiayaan tidak terdaftar sebagai penerima bansos resmi. Namun, pihak desa sempat memberikan bantuan karena ada warga lain yang tidak mengambil jatahnya.

“Pelaku ini memang tidak ada namanya sebagai penerima bantuan. Ada warga yang tidak mengambil bantuannya, maka atas inisiatif kami, bantuan itu kami serahkan kepada pelaku,” jelas Sahruji kepada wartabanjar.com.

Baca Juga Massa Aksi Duduki Ruang Paripurna, DPRD Kalsel Akhirnya Buka Pintu untuk Dialog!

Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa 1 karung beras 10 kilogram dan 1 liter minyak goreng, yang diambil pelaku bersama istrinya di kantor desa.

Namun, kejadian janggal terjadi pada sore harinya.

“Sekitar jam 15.00 WITA, pelaku datang sendirian ke kantor desa mengembalikan bantuan itu tanpa memberikan keterangan yang jelas, lalu langsung pulang,” ungkap sahruji .

Sahruji berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi keliru terkait penyaluran bantuan sosial di desa mereka.

“Ini informasi yang bisa kami sampaikan. Jangan sampai berkembang isu yang tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan wartabanjar.com di RSUD H. Damanhuri Barabai, korban masih menjalani penanganan medis intensif, didampingi keluarga dan aparat desa setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai motif pasti pelaku melakukan penyerangan menggunakan parang. Kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres HST. (wartabanjar.com/Adew)

Baca Juga :   Kunjungi Yonif 621/Manuntung, Kasdam XXII/Tambun Bungai Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Prajurit

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca