WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Situasi aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Kalimantan Selatan memanas, setelah perwakilan mahasiswa menilai adanya pelanggaran kesepakatan serta tindakan intimidasi dari aparat selama proses mediasi.Senin (24/11/2025).
Ketua BEM Lambung Mangkurat, Adi Jayadi, menyampaikan bahwa sejak awal mahasiswa bersama masyarakat Kalsel telah sepakat untuk berdialog langsung dengan Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, di Ruang Rapat Paripurna.
“Awalnya kami sepakat dengan Ketua DPRD bahwa pertemuan dilakukan di ruang paripurna, agar semua bisa ikut mendengar tanpa dibatasi perwakilan,” ujar Adi.
Baca Juga Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Kalsel Ricuh
Namun saat perwakilan mahasiswa turun kembali ke massa untuk menyampaikan hasil mediasi, ditemukan bahwa ruangan yang disiapkan berbeda dari kesepakatan awal. Selain itu, menurut Adi, terjadi tindakan intimidasi terhadap perwakilan mahasiswa.
“Kesepakatan berubah. Ada ruang yang berbeda, dan beberapa tindakan intimidatif dirasakan teman-teman. Ini mencederai marwah gerakan,” tegasnya.
Adi juga menyebut bahwa Ketua DPRD Kalsel dikabarkan berangkat umrah pada pukul 17.00 Wita.
“Seharusnya masih ada waktu untuk melakukan dialog singkat sebelum keberangkatan,” kata Adi
“Kalau memang jam 5 berangkat, kan masih ada setengah jam untuk dialog. Tapi justru diulur-ulur sampai suasana memanas,” tambahnya.
Selain persoalan mediasi, mahasiswa juga menilai aparat melakukan tindakan represif terhadap massa aksi.
“Banyak yang merasa dilukai. Ada tindakan yang mencederai hak kami dalam menyampaikan pendapat,” ungkapnya.
