Ia menambahkan pekerjaan jalan memang memiliki standar manajemen cuaca, terutama saat musim hujan.
BACA JUGA: Masih Gencatan Senjata, Israel Kembali Serang Gaza, Puluhan Tewas, Ratusan Terluka
Mulai dari pengelolaan material basah, perlindungan area galian, penjadwalan pemadatan, hingga pembuatan saluran air sementara untuk mencegah genangan.
“Semua itu bagian dari standar kerja. Time schedule pekerjaan sudah ada sejak awal, jadi antisipasi cuaca harus terintegrasi, bukan reaktif,” imbuhnya.
Dr. Akbar menekankan proyek jalan tidak boleh menimbulkan risiko bagi warga.
Jalan adalah infrastruktur dasar yang menentukan mobilitas, keselamatan pengguna, hingga pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Jika mitigasi cuaca tidak dilakukan, dampaknya bukan hanya keterlambatan. Bisa terjadi kecelakaan atau terganggunya aktivitas warga. Itu konsekuensi yang tidak dapat diterima,” tegasnya.
“Harus juga diingat bahwa dua hal harus berjalan bersamaan yaitu proyek harus selesai tepat waktu, namun keselamatan dan mitigasi cuaca tak boleh dikorbankan,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







