Proyek Jalan Sukamara Tersendat, Akademisi Soroti Minimnya Mitigasi Cuaca

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Penanganan rehabilitasi Jalan Sukamara di Kelurahan Landasan Ulin Utara kembali menjadi sorotan.

Proyek yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru ini disebut berjalan lambat akibat cuaca, namun akademisi menilai persoalannya tidak sesederhana itu.

Kabid Bina Marga PUPR Banjarbaru, Adi Maulana, menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Sukamara dilakukan dengan metode patching atau penambalan titik-titik kerusakan.

“Kerusakan kami lihat per jenisnya. Kalau rusaknya hanya pada lapisan aspal, maka yang dibongkar hanya aspalan untuk kemudian diganti dengan campuran aspal panas,” ujarnya.

Namun jika kerusakan sudah mencapai struktur perkerasan jalan, pembongkaran dilakukan lebih dalam sebelum dipadatkan dan ditutup kembali.

“Masalahnya, kami belum bisa menutup perkerasan agregat yang baru karena uji kepadatan sand cone terkendala hujan yang hampir terjadi setiap hari,” jelas Adi.

PUPR juga menilai, kondisi cuaca menjadi faktor dominan yang menyebabkan progres perbaikan melambat.

Menanggapi hal ini, Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Akbar Rahman, menilai lambatnya progres ini bukan semata persoalan teknis di lapangan, melainkan juga menyangkut manajemen proyek sejak awal.

“Ini bukan hanya masalah hujan. Kontraktor dan dinas seharusnya membaca kondisi musim sebelum proyek dimulai. Mitigasi cuaca itu wajib masuk dalam rencana pelaksanaan, bukan dijadikan alasan saat progres tersendat,” tegasnya, Minggu (23/11/2025).