WARTABANJAR.COM, LAMPUNG – Penemuan lencana Polri di dalam mobil Nissan X-Trail yang membawa puluhan ribu pil ekstasi di Tol Lampung sempat memicu spekulasi liar. Namun Polda Lampung dengan tegas membantah bahwa atribut tersebut menandakan keterlibatan anggota kepolisian.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa lencana tersebut bukan identitas resmi dan bisa dibeli secara bebas.

“Lencana itu bisa dibeli di mana saja. Di Jakarta, Blok M, atau Bandung juga banyak yang menjual,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan, keberadaan lencana tersebut sama sekali tidak serta-merta mengindikasikan pemiliknya terhubung dengan institusi Polri.

Di dalam mobil bernopol D 1160 UN yang mengalami kecelakaan itu, petugas menemukan ribuan pil ekstasi bersama lencana tersebut di kursi pengemudi.

Kejar Sopir Misterius

Hingga kini, identitas pengemudi mobil masih menjadi misteri. Polda Lampung terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pemilik kendaraan, siapa sopirnya, serta bagaimana kronologi mobil itu bisa membawa narkotika dalam jumlah besar.

“Masih diselidiki siapa pemilik atau sopirnya, lalu kronologinya seperti apa,” ujar Yuni melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/11/2025). Ia juga menyebutkan bahwa asal-usul ribuan pil ekstasi itu belum dapat dijelaskan secara detail.

Kasus ini berawal ketika anggota TNI dan tim patroli Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menemukan 34 kantong berisi ribuan pil ekstasi pada Kamis dini hari. Penemuan terjadi setelah mobil Nissan X-Trail tersebut mengalami kecelakaan di KM 136B Tol Lampung arah Pelabuhan Bakauheni.

Saat proses evakuasi dilakukan, pengemudi hilang dan tidak ditemukan di lokasi, membuat petugas melakukan penyisiran. Justru dari penyisiran itulah ditemukan satu tas besar berwarna biru berisi lima tas lain—masing-masing penuh dengan pil ekstasi.

Kasus ini kini menjadi salah satu temuan narkotika terbesar yang tengah ditangani Polda Lampung, sementara pelaku utamanya masih dalam pengejaran.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur muhammad