WARTABANJAR.COM, PELAIHARI— Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terhadap perlindungan tenaga kerja kembali diperkuat dengan diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) Pelindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2025.
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, ini berlangsung di Galaxy Hotel Banjarmasin, Jumat (21/11/2025).
FGD ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mengkaji dan memperluas cakupan serta efektivitas pelaksanaan jaminan sosial bagi seluruh lapisan pekerja di wilayah Tanah Laut.
Dalam pidato pembukaannya, Bupati Rahmat Trianto menekankan bahwa perlindungan bagi pekerja bukan sekadar program, melainkan bagian integral dari pelayanan dasar masyarakat yang saling berkaitan.
“Pendidikan tidak bisa berjalan apabila kesehatan masyarakat tidak baik. Ketika orang tua sakit atau tidak terlindungi, itu akan berdampak langsung pada pendidikan anak. Karena itu, keselamatan dan pelindungan dalam bekerja menjadi sangat penting,” tegasnya.
Bupati memaparkan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Tanah Laut yang saat ini telah mencapai sekitar 23.700 peserta.
Pemerintah daerah secara konsisten menjadikan peningkatan angka ini sebagai program prioritas.
“Aparatur desa, RT, RW, serta pengurus posyandu sudah mendapatkan pelindungan. Untuk pekerja nonformal seperti nelayan, tukang bangunan, dan pekerja harian, kita masukkan secara bertahap. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka bisa bekerja lebih tenang, dan ini berdampak pada pendidikan anak-anak mereka,” jelas Bupati.
Ia menambahkan bahwa tingkat kepesertaan di Tanah Laut telah mencapai 60 persen, sebuah pencapaian yang dinilai progresif mengingat jumlah penduduk di daerah tersebut.
“Pencapaian 60 persen itu sudah cukup baik, tetapi tentu akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.
BACA JUGA: DETIK-DETIK Jurnalis Amerika-Lebanon Rebut Al-quran yang Hendak Dibakar Kandidat Senat AS Jake Lang







