Setiap kejadian tetap akan didatangi, didata, dan dilaporkan kepada pemimpin daerah.
“Kami tetap datang sebagai pemerintah. Setidaknya kami ikut mendata, itu kami sampaikan ke pemimpin,” jelasnya.
Husni berharap masyarakat dapat memilah antara kerusakan akibat bencana dan kerusakan konstruksi biasa agar tidak terjadi salah persepsi.
“Rumah roboh tidak semuanya BPBD. Jika karena banjir atau angin kencang, itu baru betul, tetapi kalau bangunan lapuk atau berada di tempat yang tidak seharusnya, itu lain,” pungkasnya. (Ramadan/wartabanjar.com)
Editor: Yayu

