Selain faktor musim perayaan, lonjakan harga juga dipicu meningkatnya permintaan pasar, termasuk dari program Makan Bergizi Gratis serta kebutuhan besar jelang Haul Guru Sekumpul yang akan dilaksanakan pada bulan Desember.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap komoditas seperti cabai rawit, ayam, telur ayam, dan bawang merah meningkat tajam.
“Kondisi permintaan yang tinggi tentu menjadi perhatian pemerintah. Melalui GPM ini kami ingin memberikan stimulus dan membantu masyarakat agar tetap bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi salah satu instrumen efektif dalam pengendalian inflasi sekaligus upaya menjaga akses pangan yang merata bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu

