Selain pendampingan teknis, Bidang Ketahanan Pangan juga rutin mengambil sampel bahan pangan segar seperti sayuran, bawang-bawangan, serta komoditas lainnya untuk diuji cepat (rapid test) guna mengetahui kandungan residu kimia atau pestisida.
“Sejauh ini, meskipun terdapat kandungan pestisida, hasilnya masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi. Untuk memastikan akurasi, kami juga mengirim sampel ke laboratorium Angler di Surabaya yang bertaraf internasional,” ujar Saptono.
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahan pangan yang digunakan di dapur MBG masih aman dikonsumsi oleh anak-anak penerima manfaat program.
“Harapan kami, apa yang kami lakukan dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan program MBG yang digagas Bapak Presiden dalam membantu pelajar memperoleh makanan bergizi untuk menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu agenda prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar sekaligus menurunkan angka stunting dan anemia di Indonesia. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







