Cuaca Ekstrem, Panen Petani di Jalan Kurnia Merosot

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Cuaca yang berubah-ubah dalam dua bulan terakhir membuat hasil panen sejumlah petani sayur di Banjarbaru menurun.

Di kawasan Jalan Kurnia Ujung, Landasan Ulin Utara, petani mengaku produksi beberapa komoditas tidak optimal akibat kondisi tanah yang cepat berubah.

Sukiran, petani pakcoy dan sawi, mengatakan tanaman yang biasanya tumbuh stabil kini banyak yang mati atau gagal tumbuh akibat tanah menjadi asam setelah diguyur hujan terus-menerus.

Baca Juga Lagi, Pencurian Meteran Air Kini Terjadi di Jalan Masjid Jami

“Biasanya panen bisa 100 ikat lebih. Sekarang tinggal 50. Dua bulan terakhir cuacanya panas-hujan-panas, jadi banyak yang rusak,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Karena pertumbuhan tanaman tidak merata, hanya sebagian kecil yang masih layak dijual. Kondisi itu membuat pasokan di pasar menipis dan harga merangkak naik.

“Pakcoy dan sawi sekarang sampai Rp10 ribu satu ikat. Biasanya cuma Rp5 ribu. Naik karena barangnya langka,” tambahnya.

Tak hanya itu, Sedio, petani terong di lokasi yang sama, mengatakan hujan berkepanjangan memicu munculnya berbagai penyakit tanaman.

“Kalau hujan, terong bisa layu atau kena penyakit. Waktu sempat panas seminggu itu bagus, tapi begitu hujan lagi langsung muncul penyakit macam-macam,” ungkapnya.

Meski produksi menurun, harga terong saat ini masih relatif stabil dan terbilang bagus. “Ada di kisaran Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram tergantung pembeli,” tambahnya.

Sehingga, para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar tanaman kembali tumbuh optimal.

Baca Juga :   Meriah! 100 Ribu Pengunjung di Puncak Batfest 2025, Meski Tanpa Pesta Kembang Api

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca