WARTABANJAR.COM – Kasus hilangnya Bilqis Ramadhany, balita empat tahun dari Makassar, akhirnya membuka sesuatu yang jauh lebih gelap dari sekadar penculikan biasa. Bukan hanya fakta bahwa Bilqis dibawa kabur dari taman bermain, tapi bagaimana seorang anak kecil bisa begitu mudah berpindah tangan dalam jaringan jual beli anak yang tersebar lewat Facebook, WhatsApp, sampai TikTok.
Pelaku utama, seorang perempuan bernama Ana, mengaku menculik karena terdesak ekonomi. Tapi pengakuan itu berubah jadi pintu masuk terbongkarnya jaringan yang lebih besar. Tidak tanggung-tanggung, dari penyidikan polisi, terungkap ada pelaku lain yang sudah menjual 9 bayi dan 1 anak lewat media sosial. Bahkan Bilqis sendiri disebut berpindah tangan sampai tiga kali, dari Makassar, Jakarta, hingga akhirnya ditemukan di Jambi. Harganya? Mulai dari tiga juta rupiah sampai belasan bahkan puluhan juta, tergantung siapa yang “meneruskan” anak itu ke pembeli lain.(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
VIDEO – GAWAT! Kasus Bilqis Bongkar Fakta Mengerikan, Anak Dijual Seperti Barang Online

