Kapal Pesiar Supermewah ‘The Grand Aurelian’ Buang Limbah Cair & Plastik ke Samudra, Tunisia: “Ini Kejahatan Ekologi”

WARTABANJAR.COMDunia maritim kembali tercoreng oleh aksi tak berperikemanusiaan. Sebuah video mengejutkan memperlihatkan kapal pesiar supermewah The Grand Aurelian—ikon glamor industri pelayaran—diduga membuang limbah cair bercampur plastik langsung ke laut lepas tanpa proses pengolahan. Video tersebut pertama kali diunggah oleh mantan Menteri Kepemudaan dan Olahraga Tunisia, Sihem Ayadi, dan kini viral, memicu amarah global serta gelombang protes dari aktivis lingkungan di seluruh dunia.

Dalam rekaman singkat itu, terlihat aliran cairan berwarna gelap menetes deras dari lambung kapal, menyusuri permukaan air, menciptakan garis kotor di tengah birunya lautan. Ayadi dengan tegas menyebut tindakan ini sebagai bentuk “kejahatan ekologi” dan menuntut agar industri pelayaran mewah berhenti berlindung di balik celah regulasi laut internasional yang longgar.

Menurut laporan Friends of the Earth dan Environmental Protection Agency (EPA), satu kapal pesiar dengan kapasitas 3.000 penumpang dapat menghasilkan lebih dari 200.000 galon limbah domestik per minggu. Di tingkat global, lebih dari 1 miliar galon limbah laut tercemar setiap tahun akibat aktivitas industri pelayaran—angka mencengangkan yang menunjukkan betapa besarnya ancaman terhadap ekosistem laut.

Dugaan sementara menyebut insiden The Grand Aurelian terjadi di perairan Laut Tengah, salah satu rute wisata laut paling sibuk di dunia. Kawasan ini selama bertahun-tahun menghadapi tekanan berat akibat pencemaran plastik, mikroplastik, dan buruknya pengelolaan limbah dari kapal-kapal yang lewat.

Baca Juga :   Pesawat Arik Air Boeing 737 Alami Mesin Meledak di Udara, Mendarat Darurat di Benin

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca