Pada angkatan clean and jerk, Basilia kembali berada di bawah Cansel Okan dengan angkatan 99kg. Di total angkatan, atlet asal Papua itu mencatatkan 174 kg dan berada di bawah Cansel Okan meraih angkatan 188 kg.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Endri Erawan sangat bangga atas pencapaian angkat besi tersebut.
Menurutnya, performa para atlet menjadi cerminan semangat dan mental juang tim Indonesia di panggung internasional.
“Mereka membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di level tertinggi,” katanya.
Dia mengatakan, total tiga emas dan enam perak yang direbut merupakan kemenangan untuk Merah Putih. “Tiga kali lagu Indonesia Raya berkumandang di Riyadh,” katanya,
Endri mengatakan, pencapaian itu merupakan simbol kekuatan mental, disiplin, dan kerja keras atlet-atlet tim Indonesia. Hasil tersebut adalah awal yang sangat positif bagi perjuangan di Riyadh.
Indonesia telah mengoleksi sembilan medali dari angkat besi di ISG 2025. Tita Nurcahya Melyani lebih dulu meraih tiga medali perak dari kelas 48kg putri untuk angkatan snatch, clean and jerk dan angkatan total.
Indonesia menurunkan 39 atlet dari tujuh cabang olahraga pada ISG 2025. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







