Terduga Penghina Suku Banjar Dijemput Polda Kalsel dan Minta Maaf, Begini Tanggapan Ormas Laung Kuning Banjar

“Assalamu alaikum, nama saya Aksar, kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara, 21 Juli 1979. Saya memang bukan orang Banjar, saya suku Buton asli dari Baubau. Saya memohon maaf sebesar-besarnya karena kebodohan saya, mengatakan bahwa orang Banjar pemalas,” katanya.

Ia melanjutkan, terkait pernyataannya itu, dia tak ada niat atau itikad buruk apa pun untuk menghina orang Banjar.

“Saya tidak ada sedikit pun berniat menghina orang Banjar pemalas. Mohon dimaafkan kebodohan dan mulut kotor saya ini. Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya,” katanya yang menyadari bahwa ia dalam kasus ini tak beretika.

Dari Laung Kuning Banjar kemudian mengatakan bahwa mereka kesal dengan pernyataan Aksar bahwa orang Banjar pemalas, namun karena ia sudah meminta maaf maka permintaan maaf tersebut diterima.

“Karena sudah ada mediasi dari Polda Kalsel, kami berharap kesalahan ini jangan sampai terulang lagi. Terlebih lagi Anda bukan orang Banjar, dengan menghina orang Banjar, contohnya saya dari kecil rajin bekerja, dari orangtua, gelandangan juga, tetapi saya cangkal, rajin bekerja siang dan malam,” ujar perwakilan ormas tersebut.

(wartabanjar.com/yayu)

Editor: Yayu