Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Fitriadinoor, membenarkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dua rumah terbakar 100 persen dan seluruh dokumen penting ikut musnah.
“Api sudah padam sepenuhnya. Penyebab pastinya masih diselidiki pihak berwajib,” jelas Apandi.
Dari data Pusdalops BPBD HST, sebanyak tiga kepala keluarga dengan delapan jiwa terdampak kebakaran tersebut.
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Pasca kejadian, warga bersama relawan bergotong royong membersihkan puing-puing rumah yang terbakar.
Sementara itu, pihak BPBD HST bersama aparat desa terus melakukan pendataan terhadap korban terdampak.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
BPBD HST memastikan bantuan darurat akan segera disalurkan untuk membantu kebutuhan mendesak para korban. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







