Supermoon Emas Terbesar 2025 Malam Ini! BMKG Peringatkan Warga Pesisir Waspada Banjir Rob
WARTABANJAR.COM – Malam ini, Rabu, 5 November 2025, langit Indonesia akan menampilkan fenomena langka dan menakjubkan: Supermoon Emas, atau yang dikenal sebagai Beaver Moon, purnama terbesar dan terdekat dengan Bumi sepanjang tahun ini.
Namun di balik keindahannya, fenomena ini membawa dampak serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di berbagai wilayah pesisir Tanah Air akibat efek gravitasi ekstrem dari Bulan yang berada di titik terdekatnya dengan Bumi (Perigee).
Fenomena Langit yang Menakjubkan Tapi Berisiko
Menurut astronom amatir Marufin Sudibyo, Supermoon adalah peristiwa ketika Bulan purnama bertepatan dengan jarak terdekat ke Bumi, menyebabkan ukuran dan kecerahan Bulan tampak lebih besar dari biasanya.
“Purnama Perigean selalu berkaitan dengan pasang naik maksimum, sehingga meningkatkan risiko banjir rob di kawasan pesisir dataran rendah,” ujar Marufin, Selasa (4/11/2025).
BMKG menegaskan bahwa fenomena Purnama Perigean 5 November 2025 dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum, terutama di wilayah pesisir Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, dan Kalimantan Utara.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak Banjir Rob (4–16 November 2025):
Pesisir Jawa: Jakarta Utara (Kamal Muara, Pluit, Ancol), Tangerang Utara, Semarang, Demak, Pekalongan, Surabaya.
Pesisir Sumatera: Aceh (Meulaboh, Lhokseumawe), Medan Belawan, Batam, Bintan.
Wilayah Lain: Bali Selatan, Lombok, Bima, dan Tarakan (Kalimantan Utara).
BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar waspada terhadap kenaikan air laut, terutama yang tinggal di area pemukiman rendah, tambak, dan pelabuhan. Potensi rob dapat mengganggu aktivitas harian dan merusak fasilitas pesisir.
Kapan dan Bagaimana Melihat Supermoon Emas?
Supermoon akan mencapai puncak iluminasi pukul 20.20 WIB, sementara jarak terdekat Bulan ke Bumi (Perigee) terjadi pada 6 November 2025, pukul 05.30 WIB, sejauh 356.800 km — jarak terdekat sepanjang tahun ini!
Waktu terbaik melihat: Saat Bulan baru terbit di ufuk timur sekitar 17.30–18.00 WIB, ketika warnanya tampak keemasan akibat hamburan cahaya atmosfer (Hamburan Rayleigh).
Tidak perlu teleskop — cukup dengan mata telanjang atau kamera ponsel dengan pengaturan ISO 100 dan shutter 1/100 untuk hasil foto terbaik.
Waspada Cuaca!