“Kita diberi kekuasaan oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya, termasuk bahaya ancaman dari badai dan dari bencana,” demikian kutipan pesan Presiden.
Pesan tersebut, lanjut amanat Kapolri, menjadi amanah yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, menunjukkan bahwa negara selalu hadir untuk melindungi rakyat dalam setiap situasi, terutama pada masa-masa sulit.
Lebih lanjut, Kapolres Tanah Laut menyampaikan beberapa penekanan penting Kapolri untuk dipedomani.
Di antaranya adalah melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan bersama BMKG dan pihak terkait, serta aktif memberikan informasi dan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana kepada masyarakat.
Kapolri juga menginstruksikan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, prasarana, serta logistik pendukung agar dapat segera digerakkan saat dibutuhkan.
Selain itu, ditekankan pula pentingnya melaksanakan simulasi tanggap darurat bencana secara rutin sebagai sarana edukasi dan pelatihan.
Penekanan lainnya adalah mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam respons darurat, mulai dari evakuasi hingga pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak, serta menjalankan tugas kemanusiaan dengan empati, humanis, dan profesional.
Seluruh jajaran diminta melaksanakan tahapan penanggulangan bencana sesuai prosedur, melakukan evaluasi berkelanjutan, dan meningkatkan koordinasi lintas sektor dengan TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, Pemda, relawan, dan masyarakat.

