WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Suasana riuh penuh tawa mewarnai Taman Giat Tanjung, Selasa (4/11/2025), saat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong bersama Gabungan Olahraga Balogo Indonesia (GOBI) menggelar Festival Permainan Tradisional Tabalong 2025.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Tabalong HM Noor Rifani, disaksikan Kepala Disporapar Zulfan Noor, panitia pelaksana, serta ratusan peserta dari berbagai kecamatan. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan permainan tradisional warisan leluhur sekaligus memupuk semangat persaudaraan.

Dalam sambutannya, Bupati Rifani mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan di tengah keseruan bermain.

“Harus senang-senang, gembira, jangan marah-marah pada temannya. Jadikan festival ini ajang mempererat tali persaudaraan,” ujarnya penuh semangat.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh keberlanjutan festival ini agar menjadi agenda tahunan Tabalong.

“Sebagai bentuk dukungan, Pemda memberikan dana hadiah sebesar Rp 45 juta, dan secara pribadi saya tambahkan Rp 10 juta,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah peserta.

Sementara itu, Kepala Disporapar Tabalong Zulfan Noor menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen mengembangkan permainan tradisional, terutama Balogo, hingga ke seluruh desa di Tabalong.

“Kalau dulu logo dibuat dari tempurung kelapa yang diberi aspal, sekarang sudah lebih kreatif. Kita ingin Balogo dikenal lagi di semua lapisan masyarakat,” katanya.

Zulfan juga mengapresiasi antusiasme anak-anak yang berpartisipasi meski sebagian masih belajar memahami aturan permainan.

Di sisi lain, Ketua Panitia Muhammad Dzaky Makarim menjelaskan bahwa Festival Permainan Tradisional ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Tabalong ke-60.

“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan,” jelasnya.

Festival ini diikuti 579 peserta dengan 10 kategori lomba, seperti balogo, engrang, lari balok, serta berbagai permainan rakyat lainnya.

Dzaky berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin daerah dengan dukungan berkelanjutan dari Pemda.

“Permainan tradisional adalah warisan budaya yang harus dijaga. Kita perlu terus memberi ruang agar anak-anak bisa bermain, belajar, dan bangga dengan budaya sendiri,” pungkasnya.(wartabanjar.com/SUHARDI)

editor: nur muhammad