Bapanas dan Bulog Bakal Fokus Turunkan Harga Beras di 51 Daerah

WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog membentuk tim khusus untuk mengawal harga beras di 51 daerah di Indonesia.

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Mentan/Kepala Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengatakan ke 51 daerah itu adalah yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) harga berasnya masih mahal atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Kami akan fokus dulu ke 51 kabupaten/kota ini,” tegasnya.

Pihaknya mengapresiasi pelaksanaan operasi pasar yang sejauh ini sukses menurunkan harga beras.

BPS menyebut berkat adanya operasi pasar itu, harga beras di sejumlah wilayah kini turun bahkan deflasi.

“Tujuan kita adalah menurunkan harga supaya masyarakat bahagia,” ungkap Amran saat dijumpai awak media di Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025) dikutip Selasa (4/11/2025) dari sejumlah sumber.

“Tetapi tidak boleh puas sampai di sini. Kami buat lagi program, kawal per kabupaten. Nah, ini menarik. Kami bentuk tim untuk mengawal tiap kabupaten dan untuk mengawal harga komoditas pangan, khususnya beras. Bapanas tandem dengan Bulog. Harga di 51 daerah yang masih di atas HET. Kami minta kawal 51 kabupaten/kota itu,” tambahnya.

BACA JUGA: Bulan Purnama Perige atau Supermoon Akan Muncul di Langit Indonesia 5 November 2025

Ke 51 kabupaten/kota yang akan ditingkatkan pengawasan harga beras itu tersebar di 22 provinsi, di antaranya adalah Kabupaten Intan Jaya yang per Oktober 2025 harga berasnya paling berfluktuasi di angka 7,68 persen.

Lalu, Kabupaten Puncak Jaya dengan 4,77 persen, Kabupaten Pulang Pisau 3,48 persen, dan Kabupaten Barito Timur 3,35 persen.