WARTABANJAR.COM, MAZAR-E SHARIF — Kepanikan melanda warga Afghanistan setelah gempa bumi bermagnitudo 6,3 mengguncang wilayah utara negara itu, tepatnya di dekat Kota Mazar-e Sharif, Senin (3/11/2025) dini hari waktu setempat.
Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi di kedalaman 28 kilometer, dan berpotensi memicu kerusakan besar serta menimbulkan korban jiwa.
Mazar-e Sharif, kota dengan penduduk lebih dari 500.000 jiwa, menjadi pusat kepanikan. Warga berlarian ke jalan-jalan sambil berteriak histeris, khawatir bangunan di sekitar mereka ambruk.
“Mayoritas korban luka disebabkan oleh orang-orang yang jatuh dari gedung tinggi ketika mencoba menyelamatkan diri,” ungkap juru bicara Taliban di Provinsi Balkh melalui unggahan di platform X.
Ia juga menyebut sejumlah rumah dan bangunan publik mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk Masjid Biru, ikon bersejarah kota Mazar-e Sharif. Video yang dibagikan menunjukkan puing-puing berserakan di halaman masjid tersebut.
Masjid Biru diyakini sebagai makam Imam pertama dalam tradisi Syiah, sekaligus menjadi tempat ziarah utama bagi umat Muslim di Afghanistan.
Ini bukan kali pertama Afghanistan diguncang gempa besar. Pada Agustus 2025, gempa bermagnitudo 6,0 di wilayah timur menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menghancurkan ratusan rumah.
Negeri itu memang dikenal rawan gempa, karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia — menjadikannya salah satu kawasan paling berisiko gempa di dunia.

