Harga Cabai Anjlok Drastis! Petani Kapuas Frustrasi, Cabut dan Hamburkan Hasil Panen di Tengah Sawah
WARTABANJAR.COM, KUALA KAPUAS – Kekecewaan mendalam melanda para petani cabai di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan para petani mencabut dan menghamburkan cabai hasil panen mereka ke tanah — simbol frustrasi akibat anjloknya harga jual yang membuat mereka merugi besar.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah petani dengan wajah muram membuang cabai yang telah mereka rawat berbulan-bulan, sementara suara keluhan terdengar menyertai aksi itu.
Menurut keterangan yang beredar, harga cabai di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp15.000 per kilogram, jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang diperlukan untuk menutupi biaya pupuk, tenaga kerja, dan perawatan.
“Kami berharap kepada Bupati, Gubernur, dan Menteri Pertanian agar segera turun tangan dan menstabilkan harga jual cabai ini,” tulis salah satu petani dalam video tersebut.
Anjloknya harga membuat banyak petani tak lagi sanggup menanggung kerugian. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menghentikan sementara proses tanam karena takut rugi lebih besar jika harga tak kunjung naik.
Aksi spontan ini pun menjadi sorotan tajam publik, menggambarkan rentannya sektor pertanian dari fluktuasi harga komoditas tanpa adanya sistem perlindungan yang kuat bagi petani lokal.
Para petani mendesak agar pemerintah turun tangan segera, baik melalui kebijakan penyerapan hasil panen oleh Bulog, pengendalian masuknya cabai dari luar daerah, maupun penetapan harga dasar yang menjamin keuntungan wajar bagi petani.
“Kami tidak ingin terus seperti ini. Bertani cabai penuh risiko, tapi kalau harga terus anjlok, kami bisa bangkrut,” ujar salah satu petani yang videonya kini ramai dibagikan.
Kini, masyarakat Kapuas dan warganet seluruh Indonesia ikut bersuara — menuntut kehadiran nyata pemerintah untuk melindungi petani dari jerat fluktuasi pasar.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad