BERSEJARAH! Presiden Didampingi Kapolri Musnahkan Narkoba Rp 29,3 Triliun, Prabowo: "Bukti Nyata Perintah Saya!"
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Aksi tegas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik. Dalam langkah bersejarah melawan peredaran narkotika, Prabowo secara langsung memimpin pemusnahan barang bukti narkoba senilai Rp 29,3 triliun di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, pada Rabu (29/10/2025).
Didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden tampak mengenakan sarung tangan khusus saat meninjau barang bukti narkoba seberat 214,84 ton yang berhasil disita selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kita tidak akan kompromi terhadap para bandar dan jaringan narkotika yang merusak bangsa ini. Pemusnahan ini adalah bukti nyata dari komitmen pemerintahan saya,” tegas Prabowo di hadapan jajaran pejabat dan aparat kepolisian.
Sebelum proses pemusnahan dimulai, Presiden dan Kapolri melihat langsung uji verifikasi kandungan narkotika dari sampel barang bukti untuk memastikan keasliannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Mendagri Tito Karnavian, Menkum Supratman Andi Agtas, Menteri Imipas Agus Andrianto, Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan, Menkomdigi Meutya Hafid, serta Kepala BGN Dadan Hindayana.
Detail Pemusnahan Barang Bukti Narkoba 214,84 Ton:
186,7 ton ganja
9,2 ton sabu-sabu
1,9 ton tembakau gorila
2,1 juta butir ekstasi
13,1 juta obat keras
27,9 kg ketamin
34,5 kg kokain
6,8 kg heroin
5,5 kg THC (tetrahidrokanabinol)
18 liter etomidate
132,9 kg hashish
1,4 juta butir happy five
39,7 kg happy water
Dalam kurun satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba dengan total 65.572 tersangka. Dari total barang bukti 214,84 ton, 212,7 ton sudah dimusnahkan, sementara sisanya 2,1 ton dimusnahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam acara simbolis tersebut.
“Pemusnahan ini bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto — mewujudkan Indonesia yang aman, berdaulat, dan bersih dari narkoba,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Langkah tegas ini menegaskan komitmen pemerintahan baru untuk menghentikan jaringan narkotika dari hulu hingga hilir, serta menjadikan Indonesia sebagai negara zero tolerance terhadap narkoba.